Archive for February, 2008|Monthly archive page

salah, kok marah?

Seringkah anda melihat penggusuran di tipi-tipi?

Maksudnya bukan tipi anda yang digusur, tapi pemberitaan tentang penggusuran yang sudah seriiiing banget terjadi

Sampe gw udah gak simpati lagi dan mulai kesel dengan sudut pandang yang dibuat oleh pembikin berita itusudut pandang dimana pamong praja itu adalah penjahat dan yang digusur adalah rakyat kecil yang seharusnya dilindungi.

Iya saya tau,dan mungkin juga ada orang yang sekarang sedang berkomentar didepan komputernya 

’Kan menurut undang-undang orang miskin harus dipelihara oleh negara’ 

duh gak guna deh ngomongin tentang ’seharusnya’ di indonesia

karena ampe muntah darah juga gak gunaso mahasiswa kurangilah demo dan lakukan lah sesuatu yang nyata

nyata bung, bukan cuma teriakan lewat toa! 

dan tentang penggusuran ituini bukan situs penyamaran dari pamong praja atau pro pamong praja

tapi gw Cuma pengen melihat dari sudut pandang lain dari sudut bos para pamong praja itu gw bukan membahas orang-orang yang punya surat tanah yang digusur dengan ganti rugi yang tidak imbang

karena dikasus macam itu gw setujubos pamong praja itulah adalah manusia yang berhati batu tapi gw berbicara tentang manusia lainnya yang berotak batugw berbicara tentang mereka

mereka yang diusir karena mereka adalah orang-orang yang gak punya ijin tinggal

yang ntah karena wangsit darimana mendirikan rumah ditepi kali seenaknyayang sudah diberikan kebaikan untuk tinggal bertahun-tahun dijakartasupaya mereka bisa ngemis, nyopet, ngerampok dan ngeriminal lainnyadan ketika ‘kebaikan’ itu sampai pada tenggang waktunya

mereka disuruh ‘pindah’ dan mereka pun marah

ntah kenapa? Karena mereka diperlakukan kasar?Yah kalau mereka diperlakukan dengan hormat, mereka gak akan pindah, mesti kasarin dulu baru ngerti, itukan karakter orang indonesia Berapa banyak pemukiman kumuh yang seharusnya tidak pernah ada

berapa banyak petani yang berubah pekerjaan jadi pengemis (kalo ngemis bisa disebut pekerjaan)sumpah gw muak ngeliat pengemis jenis ibu-ibu gendut dan pria muda sehat

yang gak punya malu dihadapan sesama temannya yang ngamen, ngangkat-ngangkat sampah atau jadi pembantu. Gw heran kenapa banyak orang yang ingin kejakarta?

Padahal gw pernah denger kabar dari si mbak ndut itu kalo sekarang susah nyari orang buat ngerjain sawah.

Tapi, akhirnya gw tahu kenapa… 

Taukah anda, kalo gw pernah nanya hal itu ke pembantu gw

Dan dia menjawab, dengan sekumpulan kalimat yang bahkan seharusnya keluar dari simpanse dan tidak keluar dari manusia yang memiliki volume otak yang cukup untuk berpikir

Dia bilang

‘kata paman saya, yang bawa saya kejakarta, di jakarta itu banyak uang, katanya uang itu bertebaran dijalan, kita tinggal mungut aja’ 

gigikmu itu pungut… i

tu jakarta pas udah disurga kali… 

gak percaya?

Percaya deh…gw gak nipu, kalimat macam itu pernah bergema…  

jakarta itu menjual banyak mimpi mungkin itu baru salah satu penyebab mengapa jakarta penuh dengan orang-orang yang marah ketika digusur dan seperti lingkaran setan, semua permasalah itu disebabkan dan juga mengakibatkan, yang kalau dibahas gak pernah akan ada ujungnyayang akhirnya Cuma jadi bahan demo mahasiswa yang mungkin sama bego+munafiknya dengan pemerintah 

aaargh… jadi puyeng, kayanya dah saatnya ngeliat poto aa giring hari ini, biar tenang….wkwkwkwkwk  

Cuma wacana

Beberapa waktu yang lalu, gw nonton showbiz news di metro tv. Waktu itu sedang showbiz on location, yang membahas tentang film Perempuan Punya Cerita. Belum tahu? Googling ajalah ya.

Ok sedikitlah tentang film itu

film itu bercerita tentang kumpulan cerita-cerita dari seorang wanita dalam menjalani kehidupan, salah satunya yang diperankan oleh susan bahtiar, dia adalah seorang perempuan tionghoa, yang suaminya baru meninggal dan dia terkena HIV dan juga anaknyanya mau diambil oleh mertuanya. Menceritakan tentang perjuangannya untuk memertahankan anaknya. Mau lebih lanjut… nonton ajalah ya..

kembali ke acara showbiz itu

Dan berikut kutipan dari susan bahtiar, salah satu pemeran difilm itu, yang menggelitik untuk dikomentari

(kira-kira ya)

‘film ini memberikan suatu wacana yang terjadi di kehidupan bangsa kita, walaupun bukan solusi, tapi setidaknya jangan ditutup-tutupi, kalau hal ini terjadi dibangsa kita’

Pertanyaan gw, manusia Indonesia mana yang gak tahu tentang kebobrokan Indonesia, tentang semua hal buruk yang terjadi di Indonesia.

Mmmm…

mungkin gak semua orang tahu c

tapi untuk orang-orang yang membeli tiket film ‘perempuan punya cerita’, gw rasa mereka tahu, toh mereka pasti baca koran, nonton berita, dengerin radio. Toh gw rasa kebanyak penonton film itu juga adalah orang yang well educated, yang cukup banyak mengenal berbagai wacana tentang Indonesia tercinta ini.

tapi hal yang belum banyak orang tahu adalah solusi dari segala wacana itu.

Karena bagi gw sebuah wacana hanyalah sebuah teriakan ‘awas’ tanpa tahu darimana, dan harus bagaimana kita bertindak.

Gw rasa sudah terlalu banyak telinga yang mendengar tentang

’indonesia penuh dengan korutor’ ’indonesia menempati urutan kelima negara terpolusi’

’indonesia negara yang paling cepat mengalami penggundulan hutan’

dll

trus apa? Mesti gimana?

Bukan…bukan film ini yang jelek, (toh gw belum nonton) Cuma terkadang gw mendapat kesan kalo banyak film yang ingin tampak terlihat berbeda dan berkelas, tapi melupakan dampak sesungguhnya dari apa yang mereka sajikan.

Banyak film yang memang menampilkan kenyataan yang kita miliki, kenyataan negatif yang Indonesia miliki, yang akhirnya memberikan energi (saelaah) negatif pula pada penontonnya. Ya… itulah kenyataan Indonesia, ya… saya tahu

Tapi bukankah anak-anak pemenang olimpiade mafiki juga kenyataan Indonesia

Bukankah anak pemenang lomba perangko PBB juga kenyataan Indonesia

Bukankah atlet-atlet yang mengharumkan nama bangsa juga merupakan kenyataan indonesia?

Kemana berita tentang mereka?

Hei…Indonesia juga punya prestasi Gw rasa Indonesia akan menjadi lebih baik kalau masyarakatnya termotivasi melakukan hal positif ketimbang mengetahui kembali kebobrokan negaranya

Tapi itu toh yang saya rasa…

valentine

‘ ya nyatain sayang kita sama orang disekitar kita kan bisa kapan aja, gak mesti pas valentine’ 

kalimat macam begitu sudah sering banget gw (dan mungkin anda) denger setiap valentine.

Dan karena sekarang adalah bulan februari, jadi kalimat macam begitu kembali in.

Setiap kali gw nontonkah atau ngedengerkah, pasti kalimat macam begitu selalu keluar dengan segala macam bentuk dan variasi tapi bermaksud sama. 

Cuma siapa si yang gak tahu kalau meyatakan sayang itu bisa kapan aja?

Tapi peringatan akan rasa sayang itu kan hanya satu hari dalam setahun.

Liat perbedaanya gak?

Kita harus menghormati guru setiap waktu

Tapi kita merayakan hari guru

Cuma satu hari tiap tahunnya.

jadi… Apa salahnya MEMPERINGATI? 

Hei… gw bukan orang penggila valentine, gw malah cenderung males kalau valentine, (karena bikin ngiri…. ihihihiihihi) 

Cuma gw hanya sedikit ow.. ow.. gak deng banyak… bingung dengan orang yang demo dengan ’perayaan’ valentine.Gak habis pikir kenapa mesti demo segala?

Dia gak dipaksa sambil ditodong parang untuk beli coklat

Dia gak dipaksa sambil ditodong celurit untuk beli balon

Dia gak dipaksa sambil ditodong bencong untuk pake baju pink 

jadi

Kenapa mesti demo? 

Gak dengan sesuai budaya kita?

Ngambil budaya barat? 

C’mon… masih banyak budaya barat buruk yang kita serap dibanding

Mengingat satu hari dalam setahun orang-orang yang kita sayangi 

Memang terkadang ’perayaan’ itu berlebihan dan terkesan gak penting 

Tapi mari coba kita liat sisi positifnya…

Banyak orang yang bisa ’makan’ lebih dihari valentine ini

Pembuat coklat

Penjual balon

Pelayan-pelayan yang dapet tips lembur dll 

kalaupun ada ’aneh-aneh’ toh mereka sudah dewasa, punya pemikirannya sendiri, punya otak

sadarlah kita gak punya hak untuk memaksa

kita Cuma punya hak memberi saran

Kalau untuk anak ABG? Kan ada nyak babenya! 

Jangan menyalahkan satu niat (baca hari valentine) karena pelaksanaanya yang buruk.

Perangi perilakunya bukan niatnya!!!  

NB: selamat saling menyayangi sesama semuanya…… 

merakyat

gw merupakan salah satu pemirsa atau penyimak TV.
Dan gw juga gw termasuk salah satu orang waras di negeri ini yang tau kalo acara TV kita itu kagak mutu.
Dimulai dari acara gosip yang berlebihan jam tayang, sinetron yang bikin muntaber, acara show nyanyi yang bisa bikin kanker hati, dan masih banyak lagi…
Padahal sebenernya media TV merupakan salah satu media yang berpotensi besar untuk dapat digunakan sebagai alat mencerdaskan bangsa. Gimana nggak? ampe kampung aye aja nyampe (kampung aye dimana? Kampung aye di ujung payung, bukan rekaan, itu beneran ada)
Stasiun TV yang gw anggep masih memegang idealisme mereka dan juga bermutu adalah TPI eh bukanlahlah Metro tv.
Acaranya bagus dan juga mendidik, gw acungin jempol de..
Tapi…
ada tapinya ni
Tampaknya kebanyakan acara metro diperuntukkan untuk kalangan yang berpendidikan yang mungkin sama idealismenya sama metro tv itu sendiri.
Jadi ya para idelisme berkumpul tapi tidak merekrut anggota lain (lho kok kayak sekte sesat)
Sedangkan abang-abang tukang angkot, mbok-mbok tukang jamu atau para pembantu pasti tetep aja nonton acara saweran dangdut di televisi pendidikan indonesia ituh.
Gimana nggak?
Nama acaranya aja snap shot, kick andy, atau let’s go green
Coba yo lebih merakyat gitu supaya si mbak juga ngeri mau ngomongin apa.
Acara let’s go green juga kebanyakan kutipan dari tayangan luar, membahas luar negeri dan pakai bahasa luar negeri.
Gw aja jadi gak tersentuh…
Sekali lagi yo coba lebih merakyat, soal let’s go green itu, coba tempatnya yo di indonesia, langkah-langkahnya praktis, jadi masyarakat juga tahu apa yang mesti mereka lakukan untuk menghijaukan negeri ini (halah… gaya pak camat gini)
Toh gw yakin tujuan dari tayangan-tayangan mereka itu untuk merubah negeri
Tapi toh ingat kalo negeri ini penduduknya kebanyakan malah tinggal di desa-desa
Yang tahu bahasa inggris Cuma i lop yu
Kalo soal sinetron-sinetron gak tau malu itu, gw sudah gak habis pikir, sudah kehabisan kata-kata….
Sebenernya berapa volume otak mereka, mungkin lebih kecil dibanding homer
Sumpah gw kangen sinetron keluarga cemara (sebelum bapaknya jadi kaya lagi), cinta berkalang noda, cinta trus 1 kakak tujuh keponakan
Kemana mereka? semuanya ikut pertukaran pelajar ke india ya?
Makanya kita sekarang banyak dapet tukang kain

maaak… saepul ganteng!

Sebenernya pertanyaan ini udah lama terpikir oleh gw dan mungkin jadi pertanyaan beberapa orang juga. Pertanyaannya adalah

kenapa band macam radja dan kangen band plus matta itu bisa ngebooming atau artis macam dewi persik dan (mantan-mungkin rujuk lagi kan ya…-) suaminya si saepul djamil (gini gak si cara nulisnya) itu selaku ituh!.

Sebenernya ada apa dengan mereka

Ganteng atau cantik? Gak segitunya

Lagunya enak? Gak segitunya

Trus apanya yang segitunya si?

Sebenernya gw udah ngeh kalau pasar mereka itu mungkin beda dengan pasarnya nidji dkk ( mungkin mereka gak tinggal sekomplek kali ya…)

Tapi gw gak se-ngeh itu sampai pada suatu pagi yang seperti biasa penuh dengan acara gosip.

Waktu gw lewat diruang tengah, dimana si mbak lagi nonton saepul djamil sedang berkoar-koar (seperti biasa)

dan nyeletuklah si mbak ke gw

“ duh saepul djamil ganteng banget ya mbak”

sepersekian detik, darah ke otak gw agak terhenti…

dan tanpa sadar bibir gw kedut-kedutan,

Selanjutnya yang bisa gw lakuin cuma berlalu sambil nyinyir ala sinetron

Berusaha sekuat tenaga untuk tampak sependapat.

Tapi…

Pernah gak si lo berpikir kalo seekor saepul djamil itu ganteng banget?!!!

Gw masih maklum kalo ada yang bilang ariel peterpan ganteng,

tapi ini saepul…Seekor saepul!! Dan ternyata kejadian singkat itu mengehkan gw kalo nge- ngehan gw yang gak segitu ngehnya soal pangsa pasar para artis itu tiba2 langsung se-ngeh itu (halah ribet)Ternyata memang mereka punya pasar yang banyak banget, bahkan mereka mungkin punya massa pendukung yang lebih besar dibanding (sekali lagi) nidji dkk.

Lagi pula masyarakat indonesia kan sebenernya lebih banyak didesa atau kota2 kecil lainnya dibanding diibukotadan kota2 besar. Dimana kalo mereka ngadain konser dimadiunkah, di ujung payungkah, atau di kebumen kah, gak pernah sampai ke televisi emak-bapak aye yang dirumahJadi inti dari semua kesuksesan mereka adalah

 Ya… mereka seganteng dan secantik itu

Ya…. lagu mereka se enak itu

Dan

Ya… mereka punya fans!  

NB: eh pada tau gak c… sammy kerispatih makan apa? kok jadi suka marah2 gak jelas ditipi.., marah didepan orangnya kek, dikamar atau di jayawijaya kek, lha ni didepan tipi… bikin mood ilang aja, serasa penting aja,…. Rantai dululah dia

Malunya…

Kejadian memalukan pasti semua orang pernah ngalemin. Nah salah satunya adalah gw, karena gw termasuk orang bukan beruang.Kejadian yang paling memalukan yang bisa gw inget ada dua,Yang pertama adalah

Waktu gw kelas satu sma, waktu itu baru hari awal-awal sekolah. Tempat kejadian perkaranya adalah dikantin, pas istirahat sekolah…Gw lagi sibuk cari makanan… dan diujung kantin gw melihat sosok (atau tepatnya punggung) yang gw kenal lagi asik makan. Dan dengan yakinnya gw mendekat… dan terus mendekat, tepat dibelakangnya gw berhenti dan spontanitas jail gw langsung muncul, gw gelitikin aja dia… Gw dengan bahagianya ngerjain dia ngelitikin sambil ketawa-ketawa

Dan pas dia balik badan…

Jengjeng jengjeng

Gw gak tau dia sapa.

Hiks…

malunya,

Cuma waktu itu kata malu tak ada waktu

Didepan gw itu kakak kelas tampaknya dan otak cerdas gw Cuma bisa berkata

‘Kabur… kabur.. kabur’

 Dan kaburlah gw dari kantin

Ngacir dan berdoa 

supaya kakak kelas itu gak inget muka gw 

satu lagi kejadian yang termasuk kategori paling memalukan adalah waktu gw nyebarang. Kejadiannya belum lama, kira-kira bulan-bulan akhir 2007 lah.

Tempat kejadian perkaranya adalah disimpang dago. waktu itu gw abis pulang dari kampus, karena gw jalan disisi kiri dan belokan tubagus (kosan gw) disisi kanan, otomatis gw mesti nyebrang kan kawan-kawan?

Nah menyebranglah gw, waktu pas ditengah trotoar jalan, gw merasa ada yang manggil  dari arah warung nasi di tempat awal gw nyebrang tadi. Ntah karena lagi ngantuk, kurang gizi, minus nambah atau lagi laper gw seperti melihat fatamorgana kalo sekumpulan orang lagi melambaiin tangan sambil berkata

’yeey.. jul… sini’

setelah pergulatan beberapa detik akhirnya gw nyebrang balik, nyamperin mereka yang ketawa-ketawa.

Dan setelah gw mendekat dan nyamperin mereka sambil tersenyum kegeeran, ternyata tak satu wajah manusia disitu yang gw kenal. Dan wajah ketawa mereka hilang jadi bingung ngeliat gw. Mereka pasti bingung ngapain gw nyamperin pake senyum pula. Dan karena gw pikir udah kepalang tanggung gw tanya aja (dan ternyata lebih baik langsung ngacir)

’tadi manggil saya?’

dan mereka pun semua bilang

’nggak’

dan salah satu dari mereka bilang

‘nggak kita manggil orang itu’ sambil nunjuk belakang tempat gw berdiri tadi dan dia pun senyum-senyum

 karena gw gak tahan ngeliat senyum-senyum yang makin bermunculan dari muka mereka, so gw Cuma ngangguk, bilang ’oooo’ dan ngacir cepet2. dan berdoa seperti doa dikejadian sebelumnya yaitu

’semoga gw gak pernah ketemu mereka lagi.’

Uh.. malunya, muka gw ampe panas… Sebenernya masi banyak kejadian memalukan lainnya, seperti ketabrak becak karena keasikan dadah-dadah ama temen, kebalik dari kursi di rumah sakit, salaman dan ngobrol ama orang yang ternyata gw gak kenal, keguling bersama becak yang dinaikiin dan lain-lain.  Cukup dualah yang dishare…

Hehehehe…
ternyata obat malu itu bagi gw cuma satu

ngacir

simple solutions

terkadang solusi dari suatu permasalah itu mudah banget. Untuk ngejawab masalah itu terkadang sesimple urusan kalo laper makan kalo ngantuk tidur.

Tapi terkadang banyak orang yang menghabiskan berpuluh-puluh jam dalam hidupnya menangisi hal yang sebenernya kita sudah tahu jawabannya. Belum lagi berlembar-lembar tissue untuk ngebuangin ingus-ingus yang ikutan meler karena nangis, pulsa beribu-ribu untuk curhat, dan kertas-kertas diary yang dicoret-coret untuk mencurahkan isi hati dan menyalahkan keadaan.

Tapi tanpa sadar (mungkin juga sadar) kita gak bergerak dari titik yang kita tangisi malah udah muter-muter dititik itu karena bulak balik curhat ke orang-orang.

 Iya he eh… sedih, BT, kesel trus …selesaiin lah 

Ya gak segampang itu 

Salah satu kambing yang dihitamin dalam suatu pemecahan masalah adalah

Kalimat

gak segampang itu’ 

Ya iya lah kagak gampang, sapa juga bilang gampang.

Sama kayak lo ngerjain latihan soal ipa terpadu (halah), ya gak gampang, tapi apa trus lo abis itu nangis sambil teriak teriak

soalnya susah soalnya susah’

 gak kan?Lo baca lagi…, latihan lagi.., berguru lagi 

Terkadang bukan jawabannya yang sulit tapi yang sulit adalah merubah hati kita untuk mulai berjalan memecahkan permasalahan kita itu. 

Terkadang kita terlalu cinta untuk terus menangis, untuk terus curhat, untuk terus ngabisin kayu-kayu untuk dijadiin tissue… Terkadang kita terlalu suka menjadikan sesuatu menjadi kambing untuk dihitamkan.  

Sometimes solutions are so simple.. 

NB: mbak dian sastro baru punya blog loh…

Pager Ayu disaster

Kemaren jumat sepupu gw menikah. Dan hari sabtu acara pestanya daaan… seperti yang telah terduga duga sebelumnya.., aye jadi pager ayu. Mending di acara resepsi, nah ini pesta adat… bosen dan lama.
Sebenernya gw gak pernah suka jadi pager ayu karena
1.Bagi gw pager ayu itu sama seperti umbul-umbul atau janur kuning yaitu pelengkap semata . kayak bunga yang menghias ruangan, menemani si ratu semalam (halah ko jadi puitis?!). sama seperti figuran yang lewat-lewat, sama kayak penyanyi latar, yah intinya orang sebenernya gak peduli Cuma mesti ada…
2.Harus tersenyum, menyapa dan ramah (sulit dilakukan bila dilakukan selama 6 )

yah itulah beberapa point garis besar yang bikin gw gak suka jadi pager ayu, hanya garis besar karena kalo dibahas detailnya kayak apa, bakal hanya menjadi sebuah makian dibuku diary.
Dan bencana pager ayu itu dimulai dari jam enam pagi. Semuanya sudah siap-siap, para kloter pertama yang RENCANAnya berangkat jam 6 karena bakal siap-siap digedung yaitu emak-babe, paman-bibik, sepupu2 dan penganten dah pada bersiap2. dan gw pun walopun kloter kedua yang RENCANANYA nyampe jam delapan juga siap-siap nungguin tukang salon yang bakal nyanggul rambut gw.

Lewat sepuluh menit dari jam 6
“mana sih ni tukang salon?!!”

“lewat 30 menit dari jam 6”
”tukang salonnya gila”

lewat 45 menit dari jam 6
”duuuh… tukang salonnya lupa, ketiduran, pinsan apa diculik sih?”

dan coba tebak sodara sebangsa dan setanah air, mereka dateng jam tujuh lewat!. Saat gw dah mikir mereka bener2 diculik alien dan di brainwash sehingga amnesia.
Tapi ape mau dikate harga diri gw kali ini mesti dibiarkan terinjak dan mulut gw cuma bisa nahan semburan lava panas.
Karena emang gw butuh disanggul!!
Semalem gw udah ngayal2 sanggul macam apa yang bakal gw pake
Gw udah bayanging sanggul kepang-kepang pinggir ala yunani
Tapi waktu gw duduk si mbaknya langsung sigap ngerjain rambut gw tanpa nanya mau model apa, yah… sebagai orang yang sabar dan lugu gw biarin aja, gw pikir dia mungkin dah mikir sanggul apa yang cocok buat gw.
Gw cuma sedikit ngeingetin

’mbak sanggulnya kecil aja trus jangan disasak’

’iya mbak, tapi mesti disasak biar rapi’

’ya udah tapi jangan tinggi-tinggi ya sasakannya, soalnya ntar kayak tante2 mbak’

’iya..’

kurang lebih setengah jam kemudian
gw pun ngaca,
voila!
Tante-tante pun muncul dikaca….
hiks…
dan waktu gw liat vani, temen gw sesama pemain ’figuran’, yang sanggulnya semodel kayak gw, gw sedikit terhibur, karena gw bukan satu-satunya yang berubah jadi tante-tante hehehe….
sanggulnya ukuran medium, seberti lebah lagi ngisep bunga tiruan yang ditancepin dirambut gw.
Yah untungnya gw make-up sendiri jadi gw berusaha make-up senatural mungkin untuk mengurangi efek lketantetantean.
Dan entahlah sudah seberapa telat akhirnya gw sampe juga di gedung. Btw, gw dan vani itu jadi pager ayu pihak wanita, yaitu sepupu gw itu.
Pedih hati ini pun bertambah waktu gw liat pager ayu dari pihak pria, baju seragam, pake celana! Pake bulu mata palsu, eye shadow gliter-gliter, dan rambut kriwel-kriewl bukan sanggul!!! Intinya mereka tampil cantiklah!
Pas lah ke tantean gw terlihat jelas
hiks..
doa gw Cuma satu waktu itu…
semoga kagak ada orang ganteng yang dateng supaya pasaran kagak turun dan pasaran mereka (pager ayu pihak pria) kagak naik
dan thanks God, doa gw terkabul.
Dari jam duabelasan sebenernya gw udah pengen pulang, karena hampir mati kebosenan dan juga cape pake sepatu yang heelsnya 5 cm.
Keinginan satu ini baru bisa terkabul jam tiga sore, itu pun karena mesti nganterin sepupu gw yang lain untuk beli ayam, buat acara mukul (makan sepiring berdua).
Hati gw udah bahagia bisa kabur dari acara, gw dah bayangin tiduran dirumah…
Tapi pas keluar gedung…
Ckckckck
Macetnya!!
Untuk sekedar putar balik aja bisa bisa satu jam…
Pertama si bisa ngobrol dan ketiwi-ketiwi dimobil, tapi lama-lama semua udah cape buat ketiwi-ketiwi.

Dan karena pasar yang direncanakan bakal didatangin buat beli ayam yaitu pasar malabar diyakini bakal tutup maka vani pun mengusulkan untuk kepasar lain yang emang banyak jual ayam.

Masalahnya sepupu gw ini Cuma tau jalan pulang kepasar malabar so… kami semua mesti ikut nungguin beli ayam
Dan perjalan kepasar pun macet luar binasa
Sesampainya dipasar, sepupu gw toh gak tau jalan beli aya dimana toh, karena itu tempat yang baru buat dia…
Maka tante inilah yang menemani beli ayam
Ya.. gw dengan sanggul lebah dan pakaian lengkap beserta selendang dan juga sepatu 5 cm gw kepasar buat beli ayam.
Huraaaay!!!

Gw sampe rumah jam 6 sore, dan masih dilanjutkan dengan keribetan lainnya dirumah.

NB: buat akang giring nidji…. happy anidjiversary ya!!! Huhuhu.. akaaaaaang!! Luv yu muah muah deh!