Archive for May, 2008|Monthly archive page
Memaafkan tapi tidak melupakan
Konsep ini terkadang membuat blur konsep memaafkan itu sendiri,
seringkali terdengar perkataan macam begitu gak seeh?!
‘gw si maapin, tapi kagak lagi dah deket deket dia’
gw sendiri menjadi hampir menerima hal diatas,
karena untuk ‘memaafkan’ lebih mudah daripada melupakan apa yang seseorang pernah menyakitkan hati kita
kata ‘memaafkan’ seringkali bukanlah maaf yang sebenarnya,
‘memaafkan’
hanya sekedar upaya toleransi,
mencoba mengecilkan rasa sakit dan
menghitung berapa kali kita sudah ‘memaafkan’/bertoleransi
tanpa pernah melupakan apa yang mereka lakukan
melupakan bukan berarti kita jatuh pada lubang yang sama
melupakan berarti sungguh sungguh menggangap dia tidak lagi bersalah
atau bahkan tidak pernah melakukan hal itu
gw beberapa waktu yang lalu lagi ngobrol2 sama ratih, biasa nostalgia jaman dulu, sampailah pada topik pertengaran gw+ ratih dengan dodols (dodol2), yang dikarenakan postingan mereka di milist 2003 yang bikin nyeri hati. Saat ngobrolin hal itu sumpah, gw udah lupa gimana gw dulu pernah kesel ama mereka. Gw inget mereka nulis gimana di milist, Cuma rasanya malah kayaknya silly aja pertengkaran ituh.
Pas gw baca buku diary gw, yang lagi hot2nya masalah itu,
gw mikir ‘iiih emang dulu segitunya ya’
Gw ngerasa biasa aja sekarang, malah bisa ketawa tawa ngbahas hal itu
Atau pas gw berantem ama temen sma gw, seinget gw dulu gw bt banget sama itu orang, tapi ntah kenapa gw lupa masalahnya apa, rasanya gimana. Gw Cuma taunya gw pernah berantem sama nie orang.
Nah itulah kenapa gw berpikir kalo maafin orang bener bener malah kita sendiri tanpa berusaha lupa kok dengan segala bt-bt kita.
Terkadang untuk memaafkan sepertinya banyak ego yang dilepaskan
Sepertinya kita ‘kalah’
(sama kayak konsep kalo gak ngerokok itu banci plus pengecut padahalkan kebanyakan banci itu ngerokok!, tanyain aja sama banci banci kalo gak percaya, dan pengecutan mana orang yang berani berkata tidak dengan orang yang pengen keliatan tidak ‘pengecut’)
Padahal orang yang tidak memaafkanlah yang sebenernya kalah
Karena kita gak bisa menang mengatasi amarah kita, kesel kita, bt-nya kita
Orang yang memaafkan adalah orang yang menang
Mari sama sama belajar memaafkan
Bagaimana cara gw?
Gw akhir-akhir ini sering terharu ngeliat iklan-iklan di tivi, yang bertemakan kebangkitan nasional.
Nonton iklan indomie aja terharu hehehhe
(orang jawanya adalah favorit gw, mboten sami…)
Gw yakin banyak ko orang peduli sama bangsa Indonesia ini.
Bukan hanya kasihan tapi juga peduli
Sebenernya banyak orang juga rindu akan nasionalisme yang kembali berjaya
Tapi…. banyak juga yang gak peduli
mereka cuma lahir-sekolah-kerja-nikah-beranak-mati di Indonesia
tanpa pernah sadar kenapa mereka tercipta sebagai orang Indonesia
tanpa pernah mencoba menegok sekitarnya
hiks..
ntahlah kenapa gw jadi sering berceramah seperti pak camat yang mau naik jabatan ya?
Hanya sungguh sebagai anak muuda
Dan ngeliat nasib bangsa ini hati gw bener2 terbeban
Begitu banyak luka di bangsa ini, tapi apa yang bisa pemuda bangsa ini lakukan?
Demo meminta hak kaum homo dan lesbi?
Ajeb-ajeb?
Narkoba dan sex bebas?
Suuer de gw gak mau liat paham new ages masuk ke Indonesia
(Bukan, bukan gw membenci orang homo atau lesbi, gw hanya benci keterikatannya, how come homo dan lesbi dibilang normal, kalo itu normal, kenapa gak dari dulu Tuhan ciptain manusia itu satu jenis aja, atau laki-laki juga punya rahim?, aah tampak akan sangat panjang untuk membahas ini)
ada banyak cara untuk memperingati kebangkitan nasional
so hayo dung guys, bangkit buat bangsa ini
Dia butuh kita
And btw, ada satu cara memperingati kebangkitan nasional yang amat sangat gw nantikan. Sekalian ngajakin…(hehe jadi agen bayangan deh gw, kunjungi di the call untuk info lebih lanjut)
Habisannya kueren abis si acaranya..
Dengan slogan it’s a fast not a festival (ckckckc… dasyat!)
Ah langsung saja acaranya
Yaitu…. (siap kan drumnyaaaa….)
Jeng jeng jeng…..

The Call Indonesia (Gelora Bung Karno, 18 Agustus 2008)
12 jam yang meleburkan ratusan ribu anak-anak muda dari berbagai denominasi, suku, bahasa dan daerah untuk satu tujuan, membuka pintu surga atas Indonesia. Menarik hati Tuhan kembali untuk tanah air tercinta. Jam 9 pagi hingga 9 malam, 10 worship team yang diurapi, ratusan ribu anak-anak muda, akan memenuhi Gelora Bung Karno pada hari Senin 18 Agustus 2008.
Tahun 2008 adalah peringatan 100 tahun A Nation Awakening, Kebangkitan Nasional, di mana pada tahun 1908 anak-anak muda dari bebagai latar belakang punya mimpi untuk suatu bangsa yang merdeka dan maju. Indonesia yang pada waktu itu belum menjadi satu negara yang berdaulat, mulai dimimpikan oleh para generasi muda menjadi satu negara yang makmur, merdeka dan bangkit.
Pada tahun 2008 ini, The Call Indonesia akan melahirkan kembali anak-anak muda yang berani bermimpi, bermimpi untuk satu bangsa yang diberkati, satu bangsa yang dikagumi di seluruh dunia, satu bangsa yang bangkit kembali dari kemunduran, korupsi, perpecahan, kekacauan, kejahatan dan kemerosotan moral. Ya semua kita merindukan Indonesia yang memang ada di hatiNya Tuhan.
Gerakan Doa jam 12 siang
Pada tanggal 18 Agustus 2008, tepat pukul 12.00 WIB, maka kita akan mendidikasikan 5 menit untuk berdoa serentak di seluruh indonesia. Diharapkan lebih dari satu juta anak muda akan mengambil 5 menit ini untuk berkumpul baik di stadion, gereja, kampus atau rumah-rumah untuk mendeklarasikan satu doa yang sama untuk indonesia. Suatu perubahan akan terjadi atas atmosfir Indonesia waktu jutaan doa dinaikkan ke udara pada waktu yang bersamaan.
Repentance Walk (Jalan Pertobatan)
Pada tanggal 18 Agustus 2008, jam 6 hingga 8 pagi, kita akan mengadakan satu march. Bukan untuk demonstrasi, bukan untuk protes, bukan untuk menunjukkan kekuatan, tapi satu barisan yang akan memenuhi jalur monas-senayan, satu barisan untuk pertobatan. Jalan pertobatan ini akan diikuti puluhan ribu anak-anak muda yang berdoa waktu mereka berjalan, berdoa untuk pertobatan generasi ini. Pertobatan atas dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh generasi muda di jaman ini.
Radit dj dan matahari rahani
Menyesal membuat ini sebagai cerbug, tapi apa daya sudah berjanji, even sama diri sendiri tetep harus ditepati, dengan segala kemalasan dan talenta yang terbatas (alias segini-gini-aja-tuh)
Marilah saya selesaikan part dua dari si radit dan ari ini, yang bukan lanjutan hanya sudut pandang yang berubah saja
(semoga bukan gw doang yang baca, mari bersama katakan: amin,
plok plok plok
terimakasih, pidato singkat gunting pita selesai )
***
Sebelum bertemu dan akhirnya suka sama radit, aku, matahari ini, pernah redup.
Walaupun terus terbakar, matahari toh harus tetap bersinar, walaupun suhunya sebenarnya panas bangeet tapi toh matahari tetap hangat bagi semua orang,
maka dari matahari asli, matahari manusia ini belajar untuk terus tegaaaar!!!
(haduh…. Bahasa puitis yang memalukan dan memusingkan)
karena dulu…, matahari ini pernah suka sama orang lain, yang pastinya bukan si djamiran ituh!
Mari mengingat kembali…
Namanya giring ganesha a.k.a giring nidji, hehehehe… gak deng, ehem ehem serius sekarang
Namanya..
Ganesha Sala, Sala gabungan nama orang tuanya, om sandro dan tante lala, (lalu om sandro dan tante lala namanya berasal dari…, lho kok jadi silsilah??)
biasa dipanggil Esha, dulu sering banget aku sambil senyum senyum sendirian dikamar menyebutkan nama itu
‘esha.. esha..esha..esha’
karena terdengar begitu manis.
Esha adalah tetanggaku, sejak smp, sejak aku lulus sd (sama aja ya.._), sejak aku pindah ke bandung
Pertama kali melihat bapak itu, ketika dia bermain basket di lapangan kompleks perumahan yang berada tepat didepan rumah ku.
Ntah kenapa dia tampak begitu bersinar waktu itu (mungkin efek lampu)
Karena memang dia manis dan juga main basket (maklum baru anak smp, anak abg, krisis identitas alias krisis pencarian arti kata‘keren’)
Maka setiap sore sampai magrib jadwalku selalu sama setiap hari
ngintipin dia main basket dari balik jendela. Dari matahari sore sampai matahari benar benar tenggelam. Terkadang dia masih tinggal sendiri, bermain basket sampai jam 7an hanya ditemani dengan pencahayan dari lampu jalan yang berwarna kuning kemerah merahan itu,
Sambil senyum senyum aku juga setia menungguin dia, mendengarkan decit decit gesekan sepatunya dengan lantai lapangan (yang ntah kenapa juga terdengar begitu indah)
Sayang matahari rahani ini bukan seorang rapunzel yang menunggu rambutnya panjang hingga prince charmingnya bisa manjat. Aku menyusun banyak sekali rencana untuk dia, agar yah..at least dia tau kalo ada manusia bernama matahari rahani di bumi ini, di kompleks ini, didepan lapangan basket itu
Setelah menyusun rencana, menimbang mana yang dipilihan dan juga berlatih sekian lama, tibalah rencana itu dijalankan tapi… sia sia sebenarnya aku berlatih sedemikian lamanya. Karena.. beginilah perkenalan itu berjalan
Situasi: arisan ibu-ibu rt dirumah, membantu emak menyuguhkan teh, dan terbengong melihat esha tiba tiba muncul didepan pintu rumah
‘permisi ada ibu lala? mau ngasih handphone yang ketinggalan nih’ tanyannya padaku
‘e…’ speechless, tolol dan bloon di mix jadi satu
‘permisi ibu lalanya bisa tolong dipanggilin gak? Tanyanya lagi menyadarkan aku
‘oo iya ya sebentar’
tapi mamah tiba tiba muncul ntah darimana dan dengan seenaknya berkata
‘eh esha ya? Nyari mamah? Bentar ya dipanggilin, lho esha dah kenal ma ari toh! Ari tuh… kerjaannya tiap sore nontonin esha dilapangan! Pengen kenalan sama esha katanya sama tante. Ternyata dah kenal toh!’ sambil senyum tidak berdosa
(hmmm… makasih ma!)
begitulah dan akhirnya aku dan esha ‘berteman’ baik. Teman baginya dan bukan bagiku.
Karena matahari ini tidak berhasil mengubahnya, karena mana mungkin matahari bisa menggantikan setangkai mawar yang begitu indah dan lembut.
Ya.. mbak Mawar, wanita lembut, cantik dan… sempurna.
Yang membuat aku bukan hanya patah hati tapi juga rendah diri.
Sebaik apapun aku berusaha tapi aku tetap gagal merebut hati esha
Kuning tak akan mungkin jadi merah.
Sampai pada akhirnya aku mengenal radit, bukan cinta pada pandangan pertama, bukan pula cinta pada pandangan ke limabelas. Tapi cinta pada pandangan ke seratus, hehehe, maklum saja karena saat itu esha masih jadi dewa dihatiku.
Dia bukan lah seseorang yang aku impikan.
Dia bukan seorang pemain basket, dia tidak romantis, badannya tidak tegap, dia bukan esha…
Tapi ternyata ketika aku melihat kebelakang, memang dialah yang aku butuhkan dan juga aku inginkan.
Aku baru sadar terkadang ada saatnya dimana seorang manusia begitu berusaha mencengkeram seseorang yang disukainya walaupun dia tahu seseorang itu bukanlah untuk dia.
Tanpa sadar bila kita terus menggengam yang ‘salah’ maka akhirnya kita tidak akan pernah mendapat yang ‘benar’.
Tanpa sadar kita menolak seseorang yang akan sangat kita cintai untuk orang yang kita cintai saat ini.
Sekali lagi menoleh kebelakang
Hanya diperlukan secangkir kesabaran dan hati yang menerima
Untuk akhirnya menemukan dia
Tapi giliran ku telah tiba kawan
Masa penantianku telah usai
Hmmmm…
Tak sabar rasanya memanggilnya
‘suamiku’
NB:
Aku jadi teringat kata seorang penyiar dulu ketika aku sedang memunguti tissue bekas tangisanku karena esha
‘hawa diciptakan ketika adam sedang tertidur lelap, adam tidak berusaha apapun untuk mendapatkan hawa, ia tertidur, maka cinta pun begitu, ia akan datang dengan sendirinya, dihantarkan Tuhan didepan mata kita, saat kita tertidur, saat kita berhenti mengusahakannya’
(begitulah kira-kira, hehehe)
matahari rahani
***
huraay selesai!!
curcol
Cuma mau menuliskan ini
Binatang yang paling gw benci: NYAMUK
Yang tiap malem gigitin gw, menghisap darah gw dengan Cuma Cuma, yang menggangu gw pas lagi bobo, nulis, nyanyi, joget, dan aktivitas lainnya
Binatang yang paling gak guna: CICAK dikamar gw
Yang kerjanya Cuma berisik, nangkep makanannya aja kagak genah, gak skill!!! Sekolah gih
Dari si penepuk nyamuk
nodame
hwhehhe…
suka banget ama dorama nodame, bagi yang belum nonton, dorama ini adalah dorama yang wajib nonton
gyabooo!!
Indonesia PUNYA
#sebelum membaca, harapan gw semoga ini gak terbaca seperti omelan saja, hiks hiks, susahnya menghilangkan kebiasan inih#
Bagi cw cw, pasti pernah ke itc-itcan kan?
Dan pasti pernah denger mbak mbak yang jaga
‘Wah gak bisa kurang lagi mbak, ini korea punya’
yang sebenernya gak ada gunanya dia ngomong korea punya atau tidak (bagi gw),
‘sebodo teuing’
karena gw pengen barang itu karena gw suka bukan karena barang itu dari korea
atau pernah melihat acara rekomendasi di o channel, yang seringnya tentang restoran, yang seringkali membanggakan bahan-bahan makanan mereka yang didapat dari luar negeri?
Pernah gw melihat tayangan rekomendasi dari restoran fish&co, dengan bangganya mbak itu bilang (maap ya fish&co dan mbak yang saya gak tahu namanya, cuma butuh sebagai contoh doang ko, hehehe)
‘ikan-ikan yang didapat dibawa langsung dari Vietnam lho’
(atau Negara asia apa gitu lupa)
belum lagi dia menceritakan buah buah dari negara ntah mana saja buat jadiin jus ( jus jeruk afrika tih)
Gw bertanya-tanya, yah mungkin brand itu yang punya peraturan kualitas sendiri tentang darimana ikannya harus berasal, hanya saja kenapa bukan dari Indonesia, perikanan Indonesia juga bagus, banyak dimalingin malah.
Statementnya bikin seolah-olah barang-barang luar negeri itu kuereeen dan Indonesia itu kampung
Pasar sekarang sama sekali tidak memberikan pengajaran untuk mencintai produk dalam negeri
(keren itu terkadang hanya soal konsep saja)
Bukan bermaksud meniadakan produk luar
Tapi belajar untuk mencintai dan ikut memperbaiki kualitas barang2 indonesia
Gw cuma bingung, betapa banyak orang bangga dengan kebanggaan yang gak jelas dengan barang barang dari luar negeri
(Bukan Cuma mbak-mbak btc, anak abg saja, bahkan ibu-ibu kaya, yang kagak ‘kampung’ aja bisa jadi kayak orang kampung kalo ngomongin brand)
Heeeeeboooh deeh
Jangan menyalahkan sistem pemerintahan saja, mulai dari sendiri saja, cintai produk sendiri, bangga akan keindonesiaan, hilangkan kebanggaan yang gak ada juntrungannya ituh…
Baju dari korea aja bangga….
Aneh
Gw bosen denger kata kata
Korea punya
Hongkong punya
Amrik punya
Gw pengen beli barang Indonesia punya!!
Ntarlah gw bikin brand -Indonesia Punya- ya…
-mari cintai produk Indonesia-
merdeka!
ngenalin
perkenalkan bapak bapak dan ibu ibu
ini dia anak sayah eh salah blog saya yang baru, silahkan klik di brogroll sayah yang tulisan carry me, atau klik ini
blog tentang perjalanan gw manusia yang belagu setengah hidup, pelit, pemarah, egois, gak sabaran, gak pedulian (maaak aye kagak ade yang bagus bagusnya gini…) dll. Untuk dibentuk menjadi semakin sempurna hingga akhirnya My Prince Charming dateng.
blog ini dibuat karena gak bisa nahan rasa polling in lope ini ke Dia
aah pokoknya karena polling in lope inilah gw bikin blog Khusus tentang si Dia
baca ajalah ya
hope u can find This True love, or already? share with me lah ya…
If each star was a song
And every breath of wind praise
It would still fail by far
To say all my heart contains
I simply live
I simply live for you
(lagu yang sering bikin aye nangis termehe-mehe mengingat si Doski, by hillsong)
Comments (2)
Comments (2)
Comments (5)















