Archive for February, 2009|Monthly archive page
hal kecil yang (sebenernya) penting!
Kurang lebih jam sebelas malam
“God, besok bangunin ya pagi pagi, takut ketiduran…”
zzzzzz
jam 5.35 am
tereng tereng alarm bunyi
“bentar lagi ah”
setelah ‘sebentar lagi’
tereng tereng alarm bunyi lagi
“bentar!!” tanpa sadar mematikan alarm
golek golek masih tanpa sadar kalo waktu itu terus berjalan
‘praaang’
“apaan tu… ah hape gw!!”
menoleh kebawah melihat *hape dalam keadaan naas tapi sehat waalfiat (setelah dicoba)
“ok God, I’m up… I’m up”
Morale of the story:
kalo Tuhan dah bilang sekali, gak nurut…
kedua kali, masih pura pura gak denger
siap siap ‘tamparan kasih sayangNya’ sampai akhirnya kita terbangun
*itulah keuntungan hape jelek… jelek tapi tangguh!
HAPPY FRIDAY EVERYONE!!
besok pindahan kosan! wohooo!!… selamat tinggal tubagus, cireng isi, sate, bubur ayam, soto 999, mie dago, mcd, dan semua makanan di simpang dago yang tidak bisa disebutkan satu persatu, sekali kali ku kan mengunjugi kalian. kangen nie jalan jalan sendirian malam malam mencari makan….
do i know you well?
hue gw di tag di notenya yanda, gw tulis lagi ah disni, biar gak ngantuk heuheheue
How well do you know me? Comment on this note with your answers!
yanda
1. Where you and I met?
disabuga, pas mau oskm de kayaknya bukan pas daftar ulang, ah lupa ah
2. How long have you known me?
almost 6 years… ternyata dah lama ya, 4tahunan intens lagi ketemuannya… hakhakahakka, ampe mual ketemunya (gimana ama suami ntar ya? heuehuehu)
3. The last time we saw each other?
desember di senayan city, dan kesimpulan gw pas ketemu dia
“gak berubah ni anak”
4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?
kecil amat nie orang… kali ya, lupa, blank juga si
5. Am I funny?
luculah, yanda gitu lowh, favorit gw saat mensinis
6. What’s my favorite thing if you know?
kasur karena lo hobi tidur, teringat masa masa dulu ketika lo selalu melingker dikasur tiap libur sampe males makan…
7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?
cerewet, manja, galak (gak beda ama yang di fb)
8. Have you ever hugged me?
tentu…, cuma peluk doang mah, tapi jarang, kan yanda gak enak dipeluk sakit soalnya
9. If there was one good nickname for me, what would it be?
teteup gak nemu
10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?
hape, atau pintu ajaib…
11. Where do you think I will be in 25 years?
dirumah lo, yang dijakarta (gile nie gw membayangkan lo punya rumah banyak nda), makin cerewet, lagi marahin mantu/calon mantu
ratih
1. Where you and I met?
gak inget gw kapan ya? pas lagi di sabuga, pas lagi gw ngobrol ama frans
2. How long have you known me?
sama sama yanda, hampir enem tahun…
3. The last time we saw each other?
dua minggu yang lalu di bandung…
4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?
gak tau gak inget, gak mikir apa apa keknya gw…
5. Am I funny?
lumayan… skill lo bertambah heuheuhe
6. What’s my favorite thing if you know?
apa ya… oh radio, kan lo yang bilang
7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?
moodywoodpaker(dulu ini mah), keras kepala-tangan-dan-kaki,
8. Have you ever hugged me?
tentu iya!! lebih sering gw ciumin si
9. If there was one good nickname for me, what would it be?
embem? is it good nickname? no? so.. i don’t have one
10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?
indomie ama teh, lumayan piknik gratis…
11. Where do you think I will be in 25 years?
disabtu sore, lagi masakin buat suami sambil ngomelin anak lakilakinya dan perempuannya .. disela oleh hape berbunyi…
‘ibu yanda is calling’
“halo nda? liat tivi? apaan emang? hah dewi persik marah marah?”
(so the conclusion is…news about dewi persik will always be a hot gossip!)
DIni
1. Where you and I met?
gak inget, mungkin pas makan siang jalan ama yanda deh…
2. How long have you known me?
hampir enem tahun juga
3. The last time we saw each other?
mak.. kapan ya. mungkin makan dipadang belakang sehabis tes halliburton gitu, dah lama banget lah…
4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?
cerewet
5. Am I funny?
so pasti… kalo lagi ngina orang, pol!
6. What’s my favorite thing if you know?
baju, tas, sepatu ketiga-tiganya mungkin
7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?
cerewet, lucu, pinter….
8. Have you ever hugged me?
iya kayaknya mah… masak nggak si
9. If there was one good nickname for me, what would it be?
dindinpadindin ooy..ah garingnya
10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?
mungkin bom bunuh diri?
11. Where do you think I will be in 25 years?
lagi dimangga dua dengan lakinya, trus karena bosen dan gak percaya dengan pendapat lakinya dia memutuskan menghubungi dia yang hampir selalu dapat dipercaya
‘halo… jeng yanda?, duh nda… gw bingung nie gw beli cardigan warna apa lagi ya?, beli tokonya aja?! ya udah deh, ide bagus, makasi ya nda, lo emang teman yang pengertian…’
lalu memalingkan mukanya pada seseorang yang belum pasti siapa itu, dan berkata
‘tu kan pa…, mama bilang apa… beli tokonya sekarang!’
heuehueue…. becanda din!!
may
1. Where you and I met?
ini juga gak inget kapan, mungkin dikelas tpb hari pertama kuliah kali ya… ntahlah
2. How long have you known me?
hampir enem tahun jugaaa
3. The last time we saw each other?
ini nie, ntah kapan, mungkin ketika sukarno mengumumkan kemerdekaan Indonesia…, mungkin pas dikosannya yanda
4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?
ribet amat nie orang
5. Am I funny?
kagak… mungkin bukan tipe “lucu ha-ha”, tapi “ha-ha aneh nie orang” huehue
6. What’s my favorite thing if you know?
buku mungkin?!
7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?
cerewet, keras kepala, mau tampil beda
8. Have you ever hugged me?
iya ini mah…
9. If there was one good nickname for me, what would it be?
gak tau apa ya,,, may aja keknya
10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?
bawa parang, buat belah belahin kayu, trus niru si cast away deh, sama racun tikus, buat bunuh gw soalnya gw cuma teriak teriak dari pinggir
’semangat may… semangat!!”
11. Where do you think I will be in 25 years?
haha… ini satu kagak ketebak! gw bahkan gak bisa membayangkan apa apa…
yang gw bayangakan adalah
“lapor yang mulia mayestica…! kami belum berhasil melaksanakan misi menguasai dunia”
“apa?? gagal lagi!!!, pengawal!!! ambil ‘geli-geliannya’, kalian harus diberi pelajaran”
“jangan yang mulia, jangan di geli geliin lagi, kami tidak tahan yang mulia…
yang muliaaaaaaa…..”
dan may pun hanya tersenyum sinis
sekian dan terimakasih, kalo ada yang tersinggung… ya maaap
di bangku kayu
sudah lama gak posting puisi berdarah darah, posting aaah…
Aku duduk di bangku kayu ini
Terdiam setelah lelah berlari
Kuhela napasku
Berharap ada ruang baru
Di tengah sesaknya hati ini
Namun sesak masih terasa
Sakit masih terasa
Dan airmata ternyata malah menderas
Lalu harus bagaimana?
Aku duduk di bangku kayu ini
Terdiam setelah lelah berlari
Mungkin aku hanya perlu diam sejenak
Memanggil semangat yang ntah darimana
Memanggil impian yang telah lama pergi
Ayo kumpulah segera!
Aku duduk dibangku kayu ini
Terdiam setelah lelah berlari
Lama kini sudah duduk diam
Saatnya untuk pergi diriku!
Kurapikan rambutku
Kuikat kembali tali sepatuku
Bersiap untuk pergi
Aku masih duduk dibangku kayu ini
Mengucap selamat tinggal sebentar
Untuk tak pernah lagi kembali
kini
Tak perlu aku berlari lagi
Melangkah saja
Karena kini aku tak lagi mengejar
Kini
aku hanya melangkah saja
Melangkah menjauhi langkah itu
Langkah yang telah lebih dulu pergi
Maka
Selamat tinggal
filosofi makan
Karena gw lagi berpikir keras (berlebihan!) tentang ‘kurus’, gw jadi suka mikir kalo lagi makan. Gw merasa terbentuk dengan filosofi nasi dipiring harus habis. Rasanya aneh kalo nasi dipiring itu nggak habis.
‘sayang, nanti nasinya nangis’
padahal kalo dipikir pikir
nasinya akan lebih sayang lagi kalo gw makan, karena nasi itu tetep gak akan guna karena toh gw udah kenyang dan lagi… lebih susahnya lagi…. Nasi itu akhirnya akan jadi energi yang harus gw bakar kalo tidak ya akan jadi cadangan sumber daya energi yang malas dieksploitasi oleh gw.
Jadi sering kali gw berpikir, nasi itu akan lebih bermanfaat kalo dibuang, toh banyak kucing jalanan yang terbiasa hidup keras butuh rejeki untuk dikais. Atau tikus atau apapun.
Yah mungkin yang paling bijaksana adalah naro nasi dengan porsi yang tepat.
Tapi kalopun ada situasi macam itu, ntah kenapa, walaupun gw udah berpikir sepenting filosofi diatas, tetep aja gw akan merasa
‘sayang nasinya’
dan menghabiskan nasi dipiring sampai kinclong
heuheuheueu
pikiran beberapa detik
DALAM REMBULAN DAN CAHYA MENTARI
DI GELAP BADAI DAN INDAHNYA PELANGI
DALAM TANGISAN DAN WAJAH BERSERI
KAN KUTEMUKAN KASIH TERBESAR BAGI DUNIA INI
DIAM KUTERPAKU
DAN KU TAKJUB AKAN KASIH-MU
YANG TERGORES INDAH
DALAM ANUG’RAH
HATIKU MILIK-MU
INDAH KUTERKAGUM
DAN KUBAWAKAN HIDUPKU
KAU MEMBUAT HATIKU
MENJADI BARU
BAHAGIA KU MENGENAL-MU
KUTERPAKU… MELIHAT-MU
KUTERKAGUM… MEMANDANG-MU
Kemaren minggu pagi ketika gw duduk disebelahnya, sebentar, beberapa detik gw ngeliatin dia yang lagi bersenandung riang lagu diatas sembari nyetirin si george
‘diam kuterpaku dan…, duuh lagunya romantis banget ya jul’
gw Cuma senyum mengiyakan dan masih ngeliatin dia (karena memang lagunya romantis abiiis), karena sadar diliatin dia nanya
‘kenapa jul?’
dan gw jawab sambil senyum
‘nggak… nggak papa.. heuheuhe’
sebenernya memang gak ada yang ingin gw sampaiin ke dia, Cuma… gw hanya berpikir kembali, mencoba mengingat hari hari dia yang dulu…
dan setelah gw berpikir sejenak, gw cuma bisa berujar dalam hati
‘nggak nyangka’
yup… gw gak nyangka aja temen gw ini bisa berubah, yah walaupun dulu gw gak berharap dia untuk berubah atau gimana, karena toh sekilas buat gw di baik baik aja, tidak mengganggu hidup gw… jadi gw tidak berharap apa-apa tentang dia dan lagipula gw pikir ‘sudah mentok’.
Tapi ya… gw menyadari ada satu ‘kemarahan’, emm… ada sesuatu yang membuat harinya tidak pernah sempurna indah.
Dan juga dia tidak pernah se-cinta itu dengan Tuhan.
Tapi hari itu, diminggu pagi kemaren, gw seperti melihat orang yang berbeda dengan wajah yang sama.
Tampak riang gembira, dan semangat bertemu Pacar…
Bukan berarti teman gw ini sudah menjadi ‘baik dan sempurna’, dia terkadang masih keras, masih marah marah, masih terjatuh dalam proses proses pembentukan, masih tidak sempurna sama seperti manusia lainnya dibumi ini dan juga gw.
Tapi yang pasti dia sudah berbeda.
Senyumnya beda.
Dan di detik berikutnya gw cuma bisa bilang ke Satu Tokoh dibalik berubahnya si hana, Tokoh yang sudah berhasil merubah senyum gw juga.
‘Dikau keren!!’
dan gw pun nyanyi lagu romantis itu dengan penghayatan pol!! hueheuheuuehe
curhatlah pada tempatnya
Kan katanya nie salah satu orang terdekat gw, gw ini berbicara seperti pria berbicara, yang kalo menurut gw mah nggak huhuehueh, gw mungkin hanya berbicara tidak seperti cw2 yang banyak dijumpai di jalan saja. Jadi gw rasa gw ini bukanlah orang yang tepat untuk dicurhatin.
Karena menurut gw, jadi tempat pencurahan hati orang itu gak mudah…
Gw sendiri sangat amat menyeleksi tempat pencurahan isi hati, karena ketika gw membagikan kesedihan, gw membagikan kehidupan gw dengan orang tersebut. Gw ingin dia peduli, dan benar benar peduli akan situasi gw… (gak setiap orang bisa khan!)
Kalo nggak ya mending gw curhat ama dinding, itu kalo gw…
Tapi standar itu juga gw terapkan dengan orang yang curhat ke gw, makanya kalo kata gw mah, orang seperti gw yang masih belajar untuk berhati lembut dan tulus(uhuyy..) gak baik untuk dicurhatin hueheuheuheu….
Gw juga bukan orang yang jadi tempat curhatan banyak orang sih, biasa aja….
Hanya orang yang deket ma gw aja, yang udah so pasti gw care-lah ama mereka
Tapi gw jadinya sering denger curhatan tingkat dua, yaitu curhatan dari orang ntah siapa gw gak gitu kenal tapi jadinya gw tau masalah dia karena curhatannya sampai ditelinga gw, walaupun mungkin dalam sekedar contoh kasus tapi toh gw rasa orang tersebut belum dibayar royaltynya (kecuali dia udah buka dan bisa jadi inspirasi, ya silakan kata gw, atau dikasih inisial x gitu..)
Gw malah sering bilang ke temen gw (hana mksdnya) untuk membantu gw menyebarkan promosi ‘anti kebanyakan curhat’, karena curhat tidak tanpa sebabnya itu akan memperburuk masalah, itu hanya kegiatan mengeksploitasi rasa sakit gede gedean
Huehuhueue makanya gw pikir pikir gw bukan tempat curhat yang baik nie, mari gw jabarkan kenapa
- Soalnya seringkali gw akan memberikan jawaban bukan yang anda mau (dan tidak semua orang ingin mendengar yang sebenarnya). Jadi sebenernya gw sering kali cuma diem kalo dicurhatin, karena toh kebanyakan orang sebenernya hanya memerlukan dinding yang hidup saja dan solusinya sudah tertulis dalam hati sendiri.
- Gw juga sebenernya, apa ya namanya, emmm… ‘takut’ memberi saran sama orang curhat, soalnya gw ‘takut’ memberi kesan menggurui. Karena…gw ini emang sukanya menggurui dengan keras pulak huehuehue…
- Dan satu lagi sesi curhat yang membuat gw merasa gw ini bukan orang yang tepat untuk dicurhatin, karena gw ‘malas’ kalo orang itu nggak komitmen menyelesaikan masalahnya, tapi hanya mengulang kesalahan yang sama.
- Gw bukan orang yang sebaik itu, dan kepedulian gw juga terbatas heuheeu
Kenapa gw lagi ngomong soal curhatan tiba tiba? Hal ini nyambung dengan kata kata ‘mengeksploitasi rasa sakit’, soalnya akhir akhir ini gw berhadapan dengan situasi tersebut seh.. seseorang yang menurut gw terlalu menghayati masalahnya jadinya malah menimbulkan masalah buat orang orang lain hueheuheu… gw kejam!
Yah… mungkin sih gw keras tapi penuh kasih lho huehueheu, soalnya nie, gw juga sedang belajar untuk keras dengan diri gw, mengurangi perasaan mengasihani diri sendiri, karena masih banyak yang bisa dipikirkan selain diri sendiri. Lagipula sama seperti yang gw sampaikan pada temanku,
ketika kita membicarakan terus dan terus masalah kita, jadinya kita akan merasa memiliki masalah yang besar dengan Tuhan yang kecil
tapi curhat itu hak (bukan kewajiban, gw paling aneh kalo orang bilang ‘lo kok gak terbuka ma gw’ dengan tampang menuntut) jadi silakan curhat pada tempatnya.
Merdeka!
Beli produk Indonesia!
I knew it!!
pagi ini gw mau nyanyi dulu ah… sebuah lagu lawas… huehuehue yang mungkin bisa menyuarakan isi hati ntah siapa heuheuheuheu….
Maybe it’s intuition
But some things you just don’t question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I’ve found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
There’s just no rhyme or reason
Only this sense of completion
And in your eyes
I see the missing pieces
I’m searching for
I think I’ve found my way home
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
(add the whos here)
A thousand angels dance around you
(and the whos here)
I am complete now that I’ve found you
(and the whos here)
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
(and the whos here)
for this generation
gw baru blogwalking siang ini, dan menemukan satu topik tentang generasi jaman ini yang penuh dengan topeng…
ya… pake topeng supaya merasa diterima, dan di blog itu inilah satu contoh orang yang memakai topeng dan merasa kepanasan karena topeng itu…
emang tantangan anak muda jaman sekarang (sthaa.. kek gw udah tua aja) itu berat.. (duh anak gw, sabar ya nak!).
sipunya blog itu cerita soal kenalan dia yang nulis notes di fb, dan sama dia dimasukin ke blognya dia
gw copy paste dsini juga ya…
- Masquerade -
Can anyone hear me? Can anyone see past this mask I wear? This perfect disguise that hides my pain. Is there not one who will ask the hard questions? Is there not one who will stick it through with me? Who are these people who say they are my friends? Do they really care beyond the clothes I wear or the way I do my hair? Slowly my heart is suffocating, waiting for someone to save me, to reach out, to see my pain. Why can’t they hear me? How is it possible that I can feel so alone when surrounded by so many people? My heart is crying out in desperation. Does anybody see me? Does anybody love me? Can’t anybody see past this mask I put on to hide the pain? Am I the only one who feels this way? Certainly I can’t be. I am so afraid.
I am not like the others. They want me to dress like them, to act like them, to talk like them. But that isn’t me. I don’t want to wear their clothes or play their games, but I do anyways. They say they care about me, but I know they don’t. The pressure to fit in is everywhere, taunting and pushing me. I don’t want to, but I have to. So I dress like them, act like them, and talk like them, to try and fit in. I keep the real me locked inside. What if they don’t like me? What if they think I am a freak? Where will I go then? So I tell myself it is better to hide. Every day I wear my mask to hide the pain. And I ask ‘will someone see past this charade today? Will someone care enough to see the pain in my eyes?’ I am so afraid.
This is the cry of my generation. Who will save us? Who will be brave enough to reach out and answer our cries? What are you going to do about it? I am asking you to fight for us. We are worth it, even though most of us don’t believe that. Help us make a stand. Help me save my generation.
trus setelah beberapa waktu mbak itu nulis lagi
So this wednesday night after youth God told me to write this down. It is His reply to what I wrote in Masquerade. How cool is that??!! God is totally moving!! How are you going to let Him use you in this revolution? RISE UP!
My Beloved,
I hear your cries; I see the pain in your eyes. I am here to tell you that I love you. In your darkest hour when you feel completely abandoned, I am there, waiting for you to cry out to Me. I will save you. I will never leave you. You can trust Me. I am God and you are My creation. There are no words to express the love I have for you. I have been waiting for this moment. I long to share My love with you. You are so beautiful to Me. I have heard your cries and I am answering them. Do not be afraid, for I am here. Let Me take away your pain. Give Me your burden. My heart longs to see your smile and to feel your love for Me. There is so much I want to give you. All you have to do is say ‘Yes. Yes, I will love You’ and I will take it from there.
It is time to take off the mask. I have made you for such a time as this. Do not be afraid. You were made to stand out; to be a light in the darkness. Go now and prepare your hearts. I will send them to you and you will lead them to Me. Show them My love. Tell them I am waiting for them; that I have heard their cries and I am longing to answer them. All they have to do is reach out to Me and I will be there waiting with My arms open. It will not be easy, but do not give up hope. Nothing is impossible for Me.
- God
dan saya pun terharu siang siang. ahhh….
kota impian
Aku mengharapkan tiba disatu kota dengan tembok raksasa
Penjagaan yang ketat
dan juga Pasukan yang kuat
lalu
Aku memesan tiket kekota itu
Aku berangkat dengan satu harapan indah
Disana aku bisa membangun rumahku
Belajar hidup yang sejati
Melahirkan anak yang banyak
Bahkan merubah dunia
Namun tadi aku tiba
Disatu kota bukan mimpiku
Disini penuh dengan puing puing reruntuhan
Seperti habis perang
Orang orang berlari tidak peduli
Ya… sebagian menyapaku “selamat datang”
Lalu sibuk berusaha menolong yang terluka
Bukan, bukan ini yang kupesan
aku sudah lelah hidup di reruntuhan kemaren
sekarang aku mau kerajaan yang kuat
aku mau masuk kekota impian itu
aku tidak mengerti mengapa, marah bahkan menuntut…
tapi
mimpimu akan dibangun dikota bukan impianmu
Dia mengingatkan pesan yang dulu pernah sampai padaku
Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
ah… haruskah aku ikut
haruskah aku terus berurusan dengan puing puing?
Ya iyalah… masak ya iya dong
sepatu…
inilah…, inilah yang buat gw gak gitu suka dengan sepatu cewe
1. kebanyakan cepet rusak (bukan kawan yang terlalu setia)
2. nggak nyaman bikin kaki gw yang tidak terlalu indah semakin tidak indah, dan lagi… bikin jalan gampang kepleset
3. bikin kaki berdebu karena gak tertutup sepenuhnya…, gw paling anti kaki berdebu gitu arrgh… susah dibersihinnya!
yah gw kan angkoters sejati, jadi semua itu amat sangat mengganggu… mana gw juga jalan kaki, udah deh lengkaplah penderitaan gw (dan sepatu gw kalo dia hidup mah)
tapi kalo nggak dipake tiap hari… sepatu cewe itu sangat amat lucu lucu ko…
saya nerima ko lemparan sepatu lucu gratis…
ayo lempar… lempar dong
Leave a Comment
Comments (4)
Comments (6)














