Archive for May, 2009|Monthly archive page

Wishlist

hal yang gw pengenin saat ini:
* saat teduh yang lamaaa
* creambath anata
* tidur yg lamaaa
* pergi dr kota panas dan bernyamuk ini!!!
Intinya gw mau cepet pulang…

afk

gw sedang afk alias away from keyboard hueheueueu jadi susah online onlinean huhuhuhu… Update apa ya, update: gw pilek!! Disaat saat yang macam ini kenapa pulak gw mesti pilek. Ah udah ah tak jelas

Mencari

mode serius on

Dulu gw merasa Tuhan begitu tidak peduli dengan gw. Karena waktu itu, dalam masa pencarian gw akan Dia, Dia tampak tidak pernah menjawab.

Waktu itu usaha pencarian gw tentang Dia hanya sebatas merenung dan berpikir dalam dalam dengan keterbatasan otak. Tanpa pernah mencari Dia dengan cara cara umum lewat agama. Waktu itu sih gw ingin mudah saja, gak mau bertele-tele untuk bertemu Dia. Tapi ditunggu tunggu.. dan terus ditunggu tunggu ternyata Dia gak pernah tampak peduli. Ada perasaan kesal waktu itu. Tapi satu hal yang membuat gw tetap mencari karena gw tahu pasti ada dalang dibalik kehidupan ini, dan gw tahu keterbatasan gw sebagai manusia sehingga manusia gak mungkin eng ing eng ‘sendiri’ tanpa ada Sesuatu yang jauh lebih dasyat, spektakuler, mutakhir dibanding manusia yang terbatas ini. Dan setelah bertahun tahun gw berhasil ditemukan

Tapi usah untuk mencari Tuhan itu tern yata gak pernah berhenti, bukan berarti salah menemukan. Tapi maksudnya menemukan Dia dan berbuah mengenal Dia lebih dekat lagi. Pernah ketika gw sudah terlalu biasa sama Dia dan diam  dilevel yang itu itu aja, gw akhirnya diijinkan Tuhan untuk disentil.

Karena sentilan itu gw sadar dan mencari Tuhan, dengan tujuan mencari jawaban dari permasalahan. Seperti biasa kalo dah mentok gak bisa kemana mana akhirnya nanya Tuhan.

Waktu itu, gw mencari (jawaban) Dia sekuat tenaga gw dengan jalur yang tentu gw nya beda dengan jalur waktu gw belum kenal sama sekali dengan Dia.

Pertama waktu itu gw langsung tobat heuheuheu… minta ampun semua kelalaian. Tapi itu cuma awal dari proses panjang.

Waktu itu Dia  gw kejar terus, semua kotbah gw dengerin, gw baca buku, gw nyembah Dia, gw doa ampe tersungkur sungkur :D dan puasa juga. Gw lakuin hal hal yang diluar kebiasaan gw sebelumnya dalam hubungan gw dengan Dia. Bahkan waktu gw lebih banyak digunakan buat merenungkan apa yang Dia katakan. Gw segitunya nyari Dia, dan gak pernah ada kata berlebihan buat mencari Tuhan

Mungkin kalo orang orang liat dan tahu dua puluh empat jam gw kayak apa, mungkin orang bilang gw aneh bin ajaib nan manis.

Apakah gw ketemu? Berhasil mendapatkan apa yang gw mau?

Iya tentunya tapi bukan dengan proses yang singkat.

Hubungan dengan Dia bukan perkara satu malam, butuh waktu… bukan dengan ‘kerja keras’ sehari  tapi dengan ketekunan.

Tapi lewat proses yang panjang untuk bertemu Dia, mencari jawaban atas permasalahan akhirnya gw malah menemukan sesuatu yang bahkan jauh lebih berharga dibanding jawaban atas permasalahan itu sendiri. Gw menemukan pengenalan akan Dia. Gw jatuh cinta lebih dalam lagi sama Dia. Dan itu semua jauh, jauh lebih berharga dari jawaban doa itu sendiri.

Disaat saat yang gak enak banget itu

Gw mengalami kalo Dia tu b.a.i.k banget,begitu manis, begitu luar biasa

Sampai pada akhirnya

Untuk oertama kalinya gw berani bilang dari dasar hati gw yang paling dalam

‘God I love You so much’

Disaat saat yang gak enak itulah gw menyadari bahwa Dialah yang terutama,

Gw menyadari hidup ini adalah tentang Dia bukan yang lain.

Dan ketika saat ini gw menoleh kebelakang, gw bersyukur ketika gw dididik dengan keras. Karena pada akhirnya gw belajar.

Tapi tentu ada bagian yang gw kerjakan, yaitu gw memilih untuk ikut apa yang Dia mau.

Karena hidup itu pilihan bung…

Selalu ada pilihan.

Dan gw bersyukur kur kur,,, gw memilih untuk berserah sama Dia, bukan berserah pada situasi atau pemikiran gw sendiri.

Tuhan

Tak pernah bosan gw membahas ini.

Gara gara membaca blognya mbak dee lagi, yang seringnya bikin pala gw puyeng heuheuheu…, tapi sebenernya gw suka…

Karena pertanyaan pertanyaanlah yang melandasi awal dari semua apa yang gw percaya sampai saat ini.

Gw inget waktu kecil, ketika gw baru menyadari kalo gw memiliki agama yang berbeda dengan dia, dengan dia juga dan dengan dia yang lain.

Teryata berbeda.

Mungkin sebagai anak kecil yang imut dan lucu nan polos, wajar bertanya..

‘kenapa bisa begitu?’

Bingung sebenernya, Tuhan itu yang mana, mengapa ada banyak

Dan celetukan temen kecil gw benar benar tidak memuaskan

‘tuhan satu cuma jalan jalannya yang beda’

Sebagai anak kecil pun jawaban itu mental, karena menurut gw, Pribadi macam apa yang segitu isengnya menjadikan jalan yang berbeda beda, bahkan saling bertentangan untuk menuju satu sumber yang sama.

Tapi waktu itu si gw Cuma bisa diem aja,

apalah dayaku?!

Saat itu gw berpahamanan, kalo ada banyak tuhan semesta ini,

tapi saat itu gw ingin bertemu dengan Tuhan yang benar, pencipta segalanya, bukan hanya sesembahan atau yang ngaku ngaku…

karena melihat jaman dulu, setiap suku memiliki Tuhannya sendiri…

yunani punya Tuhan sendiri, india punya Tuhan sendiri, orang karo punya Tuhan sendiri :D

(Tuhan: yang disembah, yang dianggap pencipta)

{Disini mungkin gw gak berbicara agama, karena menurut kamus gw, agama Cuma legalitas (titik), tak perlulah aku jelaskan panjang lebar ya… gw mau (berusahaha) berbicara soal tuhan (titik). }

Singkat cerita, lewat perjalanan yang cukup panjang, kelas dua sma, gw baru percaya sama satu Tuhan, seperti menerima pinangan, saat itu gw menerima pinangan Dia (yg gw percaya sbg Tuhan)

Kenapa bisa percaya?

Mungkin buat orang yang hanya bisa nerima logika, penjelasan gw mungkin akan membosankan dan lebay. hanya bisa dibuktikan kalo ikut serta dirasakan/memiliki pengalaman yang sama.

Gw hanya percaya.

Ntah kenapa ketika itu gw percaya dan sebelum belumnya tidak.

Supranatural (pastinya)

Setelah berjalannya waktu, sama kayak anak bayi, lama lama ‘rohani’ gw bertumbuh. Lewat pengalaman bersama gw, semakin mengenal Dia,

walaupun tidak akan pernah sempurna mengenal Dia.

apakah iman, kepercayaan gw pernah goyah?

jawabannya

tentu iya, karena gak mudah untuk percaya pada Sesuatu yang gak bisa dilihat

adakalanya, seperti awal minggu ini, ntah kenapa, waktu gw bangun dan membuka mata, perasaan yang udah lama gak gw rasain datang lagi. Perasaan asing dan takut yang dioseng oseng jadi satu, alhasilnya rasanya kayak jatuh kedalam lubang item pekat. Gw merasa asing bahkan terhadap gw sendiri. Dan Dia juga begitu asing bahkan hambar. Ah gak enaklah pokoknya

Sesaat gw takut, dan membuat gw berpikir ulang adakah Dia Tuhan itu

Tapi…

Gw kembali percaya ketika gw merenungkan pengalaman bersama, pengenalan gw yang terbatas atas Dia yang walaupun terbatas cukup membuat gw tahu kalo dia ada, Dia adalah Dia.

Ketika gw mencoba menerima taruhan pada -Tuhan gak ada- dan -Tuhan yang kukenal-, maka logika gw pun menaruh taruhan pada Tuhan yang kukenal

Banyak kata, pemahaman tentang Tuhan mungkin bisa menuntun pada Dia, tapi cuma pengalaman yang bisa membuat gw bertemu dengan Tuhan.

“The only thing that more difficult than having relationship with an invisible God is having no such relationship”

(phillip yancey, reaching for the invisible God)

katakan

    Bumi, pernahkah engkau lelah berputar?
    Lelah untuk mengulang putaran yang sama
    hari demi hari,
    tahun demi tahun
    Bumi, pernahkah engkau ingin berhenti dan diam sejenak?
    Sejenak beristirahat
    Pernahkah engkau sama seperti aku yang telah lelah berputar didalammu
    Yang seperti tikus didalam roda
    Yang ikut terus berputar
    Sampai lelah
    sampai mati
    Bumi, katakan padaku, dan hiburlah aku
    Katakan, aku tak pernah lari berputar
    berputar terus berulang, kadang diatas, kadang dibawah,
    Yang penting sama imbang dan sama mufakat
    Katakan, aku berlari maju dan tak pernah mengulang
    terus maju, tak pernah lihat kebelakang
    Yang berlari kencang mencapai tujuan
    Katakan padaku jalan ini ada ujungnya
    Katakan…
    Katakan…
    Diujung jalan ini
    ada dia yang menanti dengan senyuman

karakter

Kemaren gw sedang mikir soal karakter, kenapa oh kenapa gw ‘harus’ mengejar jatuh bangun, untuk menghasilkan karakter di diri ini…

Kenapa gw harus membuang sifat egois gw, kesombongan gw, dll

Dan mengganti dengan sifat rendah hati, disiplin, dll…

Toh egois dengan taraf yang tidak mengganggu itu normal dan gak ‘dosa’

Atau sombong dikit dikit itu wajar?

Heh?

Maka berikutlah alasannya setelh dipikir pikir

1. perandaian yang gw ambil adalah perandaian yg gw baca dibuku c.s lewis…,

gw tu layaknya anak jalanan yang miskin, jorok, bau… dan diangkat anak oleh seorang tuan jadi anak. Ketika sampai dirumah, situan tentu akan memandikan anak itu, ngasih pakaian yang bersih, diajarin tata krama, dll…

tentunya aneh kalo tuan itu malah membiarkan anak jalanan itu tetap pada keadaannya, dan tentunya aneh juga kalo si anak malah protes

‘katanya engkau mengasihiku apa adanya, kenapa engkau menyuruhku mandi?’

ketika gw dibersihin itu demi kebaikan gw, karena jorok dan bau, dll itu gak baik buat gw. Karakter sombong, egois itu sebenernya gak baik buat ‘kesehatan’, lebih banyak membuat gak bahagia… walaupun hanya dalam kadar sedikit dan ‘wajar’

2. Ketika si anak jalanan diambil dari jalanan, dia tentunya akan disekolahkan, supaya bisa mendapatkan hal yang lebih besar lainnya. Si tuan tentunya ingin nantinya si anak ini jadi orang berhasil, dan dia tentu perlu sekolah. Bukan karena si tuan tidak mencintai dia dan ingin membuat dia sengsara dengan menyekolahnya. Ketika karakter dibentuk, itu juga sebagai ‘sekolah’ agar gw bisa layak dipercayakan untuk hal yang lebih besar lagi. Mana mungkin gw dikasih hal yang lebih besar dengan karakter yang begini begini saja

3. Si anak jalanan itu juga pastinya diharapkan oleh ayahnya/ si tuan itu untuk menjadi penggantinya, supaya dia bisa menjadi seperti tuan tersebut bahkan lebih besar lagi. Membantu juga anak anak jalanan yang lain, yang dulu nasibnya juga sama seperti dia. Kalo dia tetep pada keadaannya, gak mungkin dia bisa jadi seperti tuannya… gw pun dipulihkan untuk memulihkan, mana bisa orang dengan karakter yang masih tambal sana tambal sini bisa ikut serta ‘memulihkan’ orang lain. Big no!

4. Kalo si anak jalanan tadi sudah dicintai oleh tuan tersebut, maka lambat laun si anak pun akan mencintai tuan tersebut layaknya ayahnya sendiri. Maka keinginan hati seorang anak juga ingin membuat ayahnya tersenyum, dengan belajar menjadi lebih baik, begitu juga gw…

ngomong ngomong soal karakter, karakter yang paling gw kagumi adalah

eng ing eng

rendah hati…

wah I adore the mostlah… orang yang rendah hati. Orang rendah hati tu sebenernya ‘bisa’ buat belagu tapi dia gak milih untuk belagu.

Ehm… kerenkan?!

Kenapa gw kagum banget sama orang rendah hati? (dan paling gak suka dengan orang belagu, heuheuhue, gak suka ama sifat diri sendiri)

Karena gw orangnya pada dasarnya sombong, dan gw tau betapa sulitnya untuk rendah hati. Perlu melewati banyak hal buat mencapai hati yang merendah…

Kalo gw sih sering kali hasrat untuk belagu keluar…

Belagu disini bukan hanya yang orang sadari lho, tapi hanya timbul dalam hati dan pikiran aja kan sebenernya udah menunjukkan kebelaguan kita…

Sombong tu bisa banyak beranak cucu, misalnya orang yang cepet tersinggung, mengasihani diri sendiri, egois, itu adalah bentuk lain kesombongan (dengan asal muasal yang beda)

Yang selalu berfokus pada

‘aku’ dan ‘aku’

dan gw sendiri pun perlu belajar dengan sangat amat keras soal rendah hati ini. Masih belajar juga sih ampe sekarang, ampe mati kayaknya, wong gw masih belagunya amit amit.

Makanya gw kagum banget lah sama orang yang mau jadi keset, yang menjadikan dirinya orang terakhir.

Gw tu membayangkan manusia tu kayak kamera canggeh abis, semua tools udah tersedia buat menghasilkan foto yang bagus. Ketika foto hasilnya bagus, tentu saja yang di elu elukan tentu tukang fotonya, bukan kameranya. Jadi aneh juga sebnernya kalo kita sombong dengan apa yang kita bisa/punya/hasil kalo itu sebenrnya bukanlah usaha kita, kita cuma jadi sarana doang…

Tapi kenapa ya manusia tu suka belagu..?

Ah.., pengen lari kepantai belok kehutan, eh kebalik ya?

Happy friday

bosen

gw lagi bosen…

pengen rasanya jambak jambakin orang, hueheuheu… biar seru…

i think i need a day just with Him alone…..

ah i miss You

Berharga dimataMu

Dan bila malamku

gelap tak berbintang

Hanya Engkaulah pelitaku

Menerangi jalanku

Walau ku terjatuh hilang dan tersesat

Namun tetap Kau memandangku

Berharga dimataMu

Maka jiwaku menyembah

Kau penebus mulia

Darah anak domba kudus dan perkasa

Darah yang tercurah bukti kasih termegah

Jadikan ku berharga

Dan bila malamku

gelap tak berbintang

Hanya Engkaulah pelitaku

Menerangi jalanku

Walau ku terjatuh hilang dan tersesat

Namun salibMu memanggilku

Kembali kepadaMu

(berharga dimataMu, TW Youth)

he is just not that into you

kemaren lagi kengen nonton film yang ringan gak perlu mikir, jadi sambil beli makan malam, berjalanlah gw membeli dvd, daaan film yang terpilih adalah…

pertama tertarik karena ada si mbak drew barrymore yang mirip ma gw itu :D dan ternyata gw tidak menyesal

kalo belum nonton, menontonlah… lumayan…

kalo gw sih suka, haukhaukhauk… bahkan gw tersenyum lebar sambil tidur setelah nonton film itu, heuheuheu lebay…, yeah… sometimes I do lebay thingslah…. huheuheuheu…

dari judulnya udah keliatan tema dari film ini, isinya kumpulan dari cerita cerita tiap pemain gitu deh yang saling terhubung, jadinya makanya pas ditengah tengah, filmnya terasa lama. Cuma endingnya baguees… sekali lagi… bagueees…

cerita yang paling gw suka adalah ceritanya gigi-alex dan marry-conor, haukhaukhauk…

intinya gw mau bilang gw suka nie film…

foto foto

sudah lama tak memuat foto, inilah dia oleh oleh dari lembang kemaren…

102_9136

102_9072-copy

dengan sepatu yang seperti itu, dengan lantai seperti itu dan dengan meja seperti itu, ini tahun berapa sebenernya ya?

dengan sepatu yang seperti itu, dengan lantai seperti itu dan dengan meja seperti itu, ini tahun berapa sebenernya ya?

102_9139-copy

Next Page »