gadis dan pria pujaannya
gadis itu menanti didepan gerbang, mencoba berteriak memanggil keluar pria pujaannya. Tapi tertahan, dan terus tertahan… malah dia hanya terdiam dan menunggu lama. Dalam benaknya dia menyusun kata, berangan dan berharap
sampai ketika seorang pria keluar.
Sejenak gadis itu tersentak, jantungnya serasa berhenti sejenak,
senyum pun mengembang namun perlahan pudar.
“Bukan priaku” ujarnya dalam hati
Tapi pria itu datang menghampirinya dan tersenyum padanya
“ayo bermain saja denganku, mari kita pergi bersama”
Ragu, gadis itu ragu…
“bagaimana dengan priaku, aku sudah berjanji untuk pergi bersama dengannya” serunya dalam hati
Tapi bagian hatinya berkata lain dan kemudian saling berperang
“yakinkah engkau wahai gadis, pria pujaanmu mengenalmu, yakinkah dia juga sungguh ingin berpergian bersama denganmu?”
“ntahlah… ntahlah… sebelumnya memang dia tak mengenalku, tapi kata sang raja… dia mau menemaniku berpergian”
“sudah pergilah dengan pria itu… lagipula dia tak beda dengan priamu, dia keluar dari tempat yang sama bukan?,mungkin juga maksud sang raja dialah orangnya”
Ragu, gadis itu masih ragu…
Tapi pria itu terus memaksa lagipula dia pun terlihat cukup menyenangkan juga ramah…
“ayolah gadis… temani aku” kata pria itu lagi
Maka tak lama gadis itu beranjak dari gerbang penantiannya dan pergi dengan pria itu
Mereka pergi bermain
Terus bermain sampai sore
Sampai akhirnya matahari sore mengingatkan ia pada pria pujaannya
Dan ia pun sejenak tersentak
Tanpa disadarinya surat dari pria pujaan telah ada disampingnya bertumpuk tumpuk, berdatangan sedari tadi
Tak perlu selesai membaca, semua berisi panggilan darinya
Maka tak lagi gadis itu ragu
Ditinggalkannya semua
Dia segera berlari pergi
sambil berteriak dalam hati berharap pesan itu sampai padanya
‘tunggu… tunggulah aku wahai priaku, dan maafkanlah aku bila engkau lama menantiku… kupikir kau tak pernah mengenalku apalagi mau pergi bermain denganku’
Gadis itu berlari dan berlari untuk segera sampai kembali ke gerbang penantiannya
Dari jauh ia melihat sesosok punggung
Yang mungkin tak pernah dilihatnya namun sudah lama dikenalnya
Tak lama punggung itu memunculkan
Wajah pria pujaannya
Dan
Sejenak bumi sang gadis serasa terhenti
Karena penantian akhirnya selesai menghampiri
Melihat si gadis telah kembali, Pria itu pun datang menghampiri
mendekat
Dan terus mendekat
Sesaat hanya bertatap
berharap rindu dapat segera pergi
Tak lama kemudian pria itu menyentuh lembut rambut si gadis
Sambil berbisik lembut dekat telinganya
“gadisku, aku mungkin tak terlihat tapi bukan berarti aku tak ada, sekali ini tunggulah aku”
Seketika kemudian gadis itu pun terbangun
No comments yet
Leave a reply















