Archive for September, 2009

God of Ages

God of ages bringing glory here
You are good, You are good
Son of righteousness You are all I see
With all my heart

Giver of life hope for the lost is in You
All of the earth shines with Your light Your glory

You are the God who lives, You are the God who heals
Who are my hope my everything
You brought salvation to us offered your peace to the earth
You are my Lord my everything

In Your promise and Your faithfulness
I will trust all my days
King forever great in majesty
Be glorified

I’ll trust in You, i’ll trust in You
I’ll trust in You with all my heart

(by hillsongs)

Leave a comment »

my favorites

my fav

Leave a comment »

langitku

Aku merindukan langit biruku yang berawan tebal ditengah teriknya mentari

Aku merindukan langit malamku yang bertabur bintang dan bulan terang benderang

Aku merindukan langit soreku yang kemerah merahan setelah hujan

Aku merindukan langit pagiku yang lembut dengan sapaan mentarinya yang berani

Aku merindukan langitku

Aku merindukan K-A-M-U

Leave a comment »

just so you know

ehem ehem…

gw lagi excited berkreasi ni, sebelum api memadam gw mau bikin kalung lucu lucu gitu… jadi inget waktu sma dulu. waktu itu lagi libur naikan kelas, trus karena bakal bosen gw mencoba berpikir cerdas dan postif untuk mengisi liburan dengan belajar merajut (??). ide baik gw didukung oleh emak gw, yang besokkan besokkannya sepulang kerja nyempeti beliin peralatan ngerajut. dan voila daku bahagia, melihat benang warna warni, jarum, buku, pola rajut dll. tapi tampaknya gw cuma sebatas bahagia aja. baru juga berapa kali tusuk semangat gw dah padam, tiba tiba males. dan berakhirlah kegiatan rajut merajut itu… heuheuehueh… dan emak gw pundung hehehuehueheu. abis apa yg mau dikata… heuheuhe…

bungkus kado aja gak pernah sukses…

begitu juga dengan nasib mute mute yang mau dijadiin tas, berakhir naas lahir setengah badan…

tapi kalo kalung ini si keterlaluan ampe gak ada yg jadi juga, tinggal masuk masukin doang soalnya…

dan udah ada satu yang jadi lho… ntar gw poto ah.

makanya gw mau siap siap pulang

ihuy…

oh gw lagi pengen posting gambar gw ama si mbem pas di pangandaran, can’t wait for the next trip deh… situ gunung tunggulah aku…

panpan

Leave a comment »

stand still

stand still

Show me Your ways
That I may walk with You
Show me Your ways
I put my hope in You

The cry of my heart
Is to love You more
To live with the
Touch of Your hand
Stronger each day
Show me Your ways

Stronger each day
Show me Your ways

(by hillsongs, show me your ways)

Leave a comment »

cuma waktu

Aku terburu waktu, sangat terburu buru. Kembali aku melihat jam ditanganku…

‘ah sudah semakin sore’

Sudah jam 4 dan aku masih belum tahu bagaimana sampai kesana. Lalu lintas juga sudah memadati, orang orang mulai berkeluaran dari segala penjuru kota besar ini. sedangkan aku masih bingung harus bagaimana.
Akhirnya setelah diam sesaat aku bertanya pada sekumpulan orang yang sedang parkir dekatku. Sekumpulan orang yang sudah bersiap siap beranjak dari tempat ini tapi kuganggu sebentar.

Aku ketuk kaca hitam dan tak lama kaca itu diturunkan

‘saya ingin ke selatan bagaimana caranya?’

‘alamat jelasnya dimana mbak?’ balas pria didepanku
Aku terdiam sebentar karena ketidaktahuanku. Aku memang tidak tahu jelas alamatnya tapi aku rasa aku bisa kesana, aku pasti bisa, yang pasti itu didaerah selatan.

‘keselatan saja’ kataku lagi.

Aku tahu jawabanku bodoh. Tapi orang itu tidak menunjukkan wajah bingung atau acuh. Hanya ada sedetik jeda dan helaan napas.

‘sekarang sudah sore, mbak saya antar pulang aja ya?’ balasnya

Aku masih ingin tetap mencari itu. Masih sangat ingin… ingin sekali, mungkin sama seperti pengawal mengaharapkan pagi, seperti pangeran merindukan putri, atau seperti air merindukan samudra. Tapi aku tahu perkataannya benar, hatiku tahu dia benar, maka aku membiarkan dia untuk mengantarkanku pulang. Lalu aku, dia dan teman-temannya pergi dari tempat itu.

Sepertinya aku tidak merasa seperti diriku saat itu, mungkin cuma dua perlima diriku. Aku seperti tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, apa yang mereka tertawakan, yang aku lihat dan dengar mereka semua cuma terdiam, mereka semua tampak asing satu sama lain, sepanjang jalan terdiam, hanya beberapa kata yang terucapkan, … atau itu yang terdengar olehku. Aku hanya tahu pria tadi duduk disebelahku dan sepertinya menjagaku.

Setelah berjalan beberapa saat, aku dan pria itu turun dari mobil itu, sedangkan mereka semua melanjutkan perjalanannya yang ntah kemana, aku tidak tahu.

‘aku antar mbak ke terminal terdekat ya?, supaya mbak bisa pulang’

Dan aku hanya membalas dengan anggukan. Di terminal banyak orang lalu lalang, tampak berteriak teriak, ramai sekali. Tapi itu tidak sampai menggangguku. Pria itu membawa aku ke tepi, menemaniku menunggu bus yang tepat. Dia tampak terus berbicara, sekali kali dia tertawa, tapi aku cuma diam tak mampu membalasnya karena suara kecil sekali, malah sering tak terdengar… aku hanya melihat bibirnya yang naik turun dan giginya yang sesekali muncul… hanya mampu membalasnya dengan anggukan dan senyum seadanya…

Setelah pagi, aku menatap bungkusan merah didepanku, dikamarku . Setelah pagi aku sadar, aku tahu bungkusan itu tidak akan pernah sampai kepada dia yang di selatan itu. Seingin apapun aku…
Aku hanya perlu waktu untuk menghilangkan keinginan ini.
Cuma itu..
Tapi tunggu, siapa yang mengantarku tadi malam?
Aku tak ingat wajahnya, aku lupa namanya…
tapi aku rasa nanti juga aku akan bertemu dengannya lagi, nanti saja berkenalan lagi.

Comments (2) »